SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI BAPPELITBANG TANGGAMUS

Kamis, 11 Agustus 2022

Berita Utama

BUPATI TANGGAMUS HJ DEWI HANDAJANI MENGIKUTI PENILAIAN TAHAP II PPD TAHUN 2022

Jumat, 18 Maret 2022

Kota Agung – Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani Mengikuti Penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2022, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, di Ruang Rapat Bupati Melalui Zoom Meeting. Rabu (17/3/2022).

Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani Mengikuti Penilaian Tahap II Penghargaan  Pembangunan Daerah 2022 - SERGAP

Turut Hadir, Sekdakab Hamid Heriansyah Lubis, Kepala Bappelitbang Hendra Wijaya Mega, Kepala Dinas Pendidikan Yadi Mulyadi, Kepala Dinas Kesehatan Taufik Hidayat, Kepala Dinas Disdukcapil Maradona, Kadis Pertanian dan Holtikultura Catur Agus Dewanto.

Sementara dari Tim Penilai Independen : Ir. Syahrial Loetan, Prof. Dr. Hermanto Siregar, Avanti Fontana Fh.D.Tim Utama/Moderator : Agustin Arry , Ss. Ma, Dr. Ir. Suprayoga . MSP.

Bupati Dewi Handayani paparannya menyampaikan, Kabupaten Tanggamus mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan dari seluruh jajaran Bappenas dan tim penilai sehingga Kabupaten Tanggamus saat ini sampai pada penilaian tahap II PPD Tahun 2022 tingkat nasional dan semoga Kabupaten Tanggamus dapat lolos ke penilaian tahap III yaitu verifikasi lapangan.

Selanjutnya, dapat saya sampaikan bahwa selama tahun 2021, capaian pembangunan di Kabupaten Tanggamus menuju kearah perbaikan, terdapat beberapa indikator yang lebih baik dari capaian Provinsi Lampung dan Nasional seperti Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 2,93 persen, akan tetapi masih terdapat beberapa indikator lain yang perlu terus dibenahi meskipun telah menunjukan peningkatan dari tahun sebelumnya seperti Indeks Pembangunan Manusia yang baru mencapai 66,65.

Oleh karena itu kami terus melaksanakan sinergi berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian seperti Program Semua Bisa Sekolah atau SBS untuk peningkatan IPM.

Terkait dengan pelaksanaan Inovasi Pembangunan Daerah, saat ini Kabupaten Tanggamus telah melaksanakan lebih dari 350 inovasi sehingga tahun 2020 dan 2021 secara konsisten Kabupaten Tanggamus masuk kedalam Top 10 Innovative Government Award (IGA) dan pada penilaian PPD Tahun 2022 ini kami mengedepankan Inovasi “Bumil Ceria” yang mulai dilaksanakan pada tahun 2020.

Kebaruan atau novelty dari Inovasi “Bumil Ceria” ini adalah layanan yang diberikan bukan hanya sebatas pelayanan ibu hamil sampai melahirkan dengan selamat, akan tetapi diintegrasikan juga dengan upaya pencegahan stunting sejak ibu mengandung yang tumbuh kembangnya dipantau secara berkala, sehingga dengan pelaksanaan inovasi ini dapat mengoptimalkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Prevalensi Stunting, disamping itu Inovasi “Bumil Ceria” juga dikolaborasikan dengan 13 inovasi lain yang terkait sehingga terlaksana dengan optimal, ujar Bupati.

Kepala Bappelitbang Kabupaten Tanggamus Hendra Wijaya Mega menyampaikan paparannya, yang terbagi dalam 4 bagian.

Yaitu aspek pencapaian pembangunan, aspek kualitas dokumen RKPD, aspek proses penyusunan dokumen RKPD dan aspek inovasi.

Pertama, di antaranya aspek Pencapaian
Pembangunan, seiring dengan mulai merebaknya pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanggamus pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -1,77% dimana sebelum pandemik Covid-19 tahun 2019 sebesar 5,02% dan pada tahun 2021 mengalami perbaikan dengan tumbuh 2,30%.

“PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku dari Rp.24.224.635,- pada tahun 2020 meningkat menjadi Rp.25.297.765,- pada tahun 2021 atau meningkat sebesarRp.1.073.130,” ungkap Hendra Wijaya Mega.

Selanjutnya Aspek Kualitas Dokumen
RKPD. Dalam paparannya Hendra Wijaya Mega antar lain menyampaikan, dimulai dari sisi keterkaitan berupa sinkronisasi tema pembangunan dengan Provinsi Lampung dan
Nasional yang pada tahun 2022 mengangkat tema pemulihan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Daerah, yang dijabarkan kedalam lima prioritas pembangunan sinkronisasi dengan 6 program prioritasprovinsi Lampung dan 7 program prioritas pembangunan
nasional.

Terkait dengan penerapan pendekatan tematik, holistik, integratif dan spasial serta money follow program di Kabupaten Tanggamus telah memetakan pengembangan kewilayahan sesuai dengan potensi daerah yang dimiliki kedalam 4 koridor ekonomi, paparannya.

Sedangkan aspek Proses Penyusunan Dokumen RKPD, menurut Hendra Wijaya Mega diawali dengan pelaksanaan tahapan ,
Teknoktatik. Dimana didalamnya ada inovasi yang dikembangkan oleh kabupaten Tanggamus dengan 350 inovasi.

Bottom-up, terkait dengan musrenbang desa, musrenbang kecamatan dan konsultasi public. Politik, dengan penyampaian pokok-pokok DPRD.

Top-Down, dimulai dari forum gabungan OPD Provinsi,musrenbang rovinsi,sampai dengan musrenbang nasional dengan rangkaian kegiatan yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetap peraturanperundang-undangan.

Untuk kapasitas tim penyusun RKPD yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah disamping melibatkan Perangkat Daerah terkait (BPKAD,Bappeda beserta Inspektorat) juga melibatkan instansi vertikal seperti BPS
dan kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, LSM dan Media Massa sehingga seluruh tahapan penyusunan perencanaan pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu

Hal tersebut juga dikolaborasikan dengan
satu inovasi Kabupaten Tanggamus yaitu Bude Sar’i, yaitu Bunda Dewi Serap Aspirasi dan Informasi seperti turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi dan berkantor di Kecamatan dalam rangka menjalankan 55 Rencana Aksi De-Sa ASIK.

Salah satu inovasi yang diangkat dalam PPD
tahun ini yaitu Inovasi Bumil Ceria. Inovasi ini,lanjut Hendra Wijaya Mega disinergikan dengan 13 inovasi lainnya yang saling terkait dan saling mendukung.

Salah satunya PAHE (Paket hemat sekali
periksa) dengan 7 layanan, golongan
darah, hemoblobin,gula darah sewaktu, hepatitis, sipilis, +IV dan malaria.

Output yang dicapai peningkatan pelayan petugas medis dan meningkatnya kualitas Antenatal Care (ANC)bagi semua ibu hamil.

Outcome yang secara langsung didapatkan dari inovasi ini yaitu semakin meningkatnya kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya sehingga resiko tinggi kematian ibu dan bayi serta stunting dapat dideteksi
lebih awal.

Sedangkan Outcome antara lain yang dapat dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus yaitu dapat menurunkan AKI, AKB dan prevalensi stunting, pungkas Hendra. 

No Results
BUPATI DEWI HANDAJANI SAMBUT KEPULANGAN JEMAAH HAJI
03 Agustus 2022
Bappelitbang dengan TKPKD Susun Strategi Program Tahun 2023
02 Agustus 2022
DISBUNNAK TANGGAMUS MULAI VAKSINASI PMK BOOSTER HEWAN TERNAK
01 Agustus 2022
DISDUKCAPIL TANGGAMUS GULIRKAN INOVASI ADMINDUK PASBEN
30 Juli 2022
BUPATI TANGGAMUS DEWI HANDAJANI RESMIKAN PASAR TALANG PADANG
27 Juli 2022